Sisi Enola yang Hilang
Rasa - rasanya hari berjalan begitu lambat, detik demi detik, waktu demi waktu, ku lalui dengan situasi yang begini - begini saja. Luka sepertinya telah menjelma menjadi makanan sehari - hariku. Puluhan batang rokok terbakar dalam setiap minggunya, bingung sembari memikirkan lantas bagaimana selanjutnya hidupku? bagaimana dengan segala mimpi serta harapnku yang tertinggal jauh dalam Enola yang dahulu. Tiba - tiba hidup berjalan begitu serius akhir - akhir ini, hingga tak kusadari banyak yang hilang dari diriku, sial aku merindukan diriku yang dahulu. Serasa melihat cuplikan sebuah film, dalam benak terlintas betapa riangnya Enola dahulu. Tak terasa air mata itu kian mengguyur pipiku, tangis pilu tak dapat terbendung lagi. Sialnya dalam posisi seperti ini diriku menyaksikan sendiri bagaimana Danendra membangun hubungan - hubungan dengan hati yang lainnya. Dalam pesan yang diam - diam Danendra kirimkan kepada sosok lain itu diriku tersenyum getir, sepertinya Danendra nampak lebih ba...